Lagu “Desaku” Dinyanyikan Di Desa Terpencil Swiss


NOXILA.COM – Lucerne, Swiss, Ada peristiwa unik dan mengharukan terjadi di desa Roemerswil, Lucerne, Swiss Tengah. Sebuah gereja tua di desa itu yang biasanya mengumandangkan lagu-lagu rohani tentang kebesaran Tuhan, namun sabtu petang itu justru ada nyanyian lain berkumandang.

“Malam ini adalah malam spesial, gereja Römerswil sedang ber-ulang tahun ke-100 tahun, dan kami akan memberikan surprise,” ujar Priska Fuchs-Kathriner, Presiden Paduan Suara Gereja Roemerswil.
Kejutan akhirnya tiba juga, terutama ketika 30-an orang paduan suara Roemerswil dan Hohenrain itu bernyanyi dalam bahasa Indonesia.

Diawali intro piano yang dimainkan Andreas Wuerst, nadanya memang agak asing di telinga. Namun ketika paduan suara ini mulai melantunkan lagunya, keindahan dan kedamaian Tanah Air langsung terbayang jelas dipelupuk mata.

Ternyata mereka menyanyikan lagu “Desaku”, lagu klasik asal Indonesia yang sangat akrab disenandungkn sebagian besar masyarakat Indonesia. Hebatnya lagi, paduan suara ini menyanyikannya dengan hapal diluar kepala tanpa melihat teks.

“Kami latihan cukup lama untuk bisa menyanyikannya dengan baik, setiap Selasa malam kami selalu giat berlatih di sini,” tutur Andreas Wuerst, pimpinan Paduan Suara Gereja Roemerswil.
“Meskipun pada awalnya lumayan sulit, pada akhirnya teks ‘Desaku Yang Kucinta’ dapat kami hapal dengan baik. Jika kita berlatih dengan sungguh-sungguh, semua pasti bisa tercapai jua,” imbuh Adalbert.

Suasana haru dan syahdu, mengingatkan kami akan indahnya suasana desa di tanah air, malam itu Gereja Roemerswil membawa kami melayang kembali ke Tanah Air nun jauh disana. Salah seorang penonton asal Indonesia, sesekali terlihat menyeka air matanya. Rindu dan haru bercampur aduk setelah mendengar lagu yang dibawakan dengan syahdu itu.

“Konsernya sangat bagus, paduan suara masyarakat di desa ini sangat luar biasa. Kami sangat berterima kasih dan bangga dengan dibawakannya lagu ini di sini,” kata Oktavia Maludin, First Secretary KBRI Bern.

Dewa Budjana, gitaris GIGI, juga tak bisa menahan haru ketika ditunjukkan video konser ini. “Wah, bagus sekali, bagus sekali,” kata gitaris asal Klungkung, Bali.

Menurut Adalbert, awal dipilihnya lagu berbahasa Indonesia itu, berawal ketika dia berlibur ke Indonesia dua tahun silam.
“Kami sangat terkesan dengan keramah-tamahan masyarakat Indonesia, mereka terbuka dan senang membantu,” kenang Adalbert. Budaya kehidupan masyarakat Indonesia, juga mengagumkan. “Mereka hidup dalam banyak keterbatasan, setidaknya dibandingkan Swiss, tapi mereka bisa mengatasinya dengan baik,” imbuhnya lagi.

Setelah liburan yang sangat berkesan itu, sekembalinya ke Swiss, ia pun mulai memainkan nada-nada di pianonya.
“Saya mencoba membuat lagu Indonesia, akhirnya terciptalah satu lagu yaitu ‘Dalam Perjalanan’,” katanya. Agar hasilnya lebih sempurna, ia pun meminta bantuan salah satu warga Indonesia di Swiss. “Sekali lagi orang Indonesia yang di Swiss pun, dengan senang hati membantu,” katanya.

Pilihan lagu Desaku Yang Kucinta, katanya, juga atas usulan beberapa orang Indonesia di Swiss. “Liriknya sangat pas, tentang indahnya suasana desa, keluarga dan sanak saudara, jadi memang layak dikumandangkan di konser ini,” katanya.

Awalnya, lumayan sulit membujuk 30 anggota Paduan Suara Desa Roemerswil dan Hohenrain menyanyikan lagu asing. “Tapi saya terus membujuknya, akhirnya mereka bersedia juga,” kata Adalbert.

“Musik Indonesia, termasuk juga instrumennya, sangat indah. Baik yang dari bambu atau besi, suaranya menentramkan hati, meskipun mereka lebih banyak bermain di nada pentatonis,” ujar Adalbert memuji.

Setelah sukses membawakan lagu Indonesia di Roemerswil, Adalbert berencana menggelar konser serupa di Desa Hohenrain. “Kali ini akan ditambahkan lagi satu lagu Indonesia, yakni Pelangi Pelangi,” janjinya. Lagu tentang keindahan alam ini pun, akan dinyanyikan paduan suara anak anak Desa Hohenrain. ”
“Sekarang di desa ini demam lagu Pelangi Pelangi,” imbuh Adalbert sambil ternsenyum.

Roemerswil adalah sebuah desa terpencil di lembah Seetal, Swiss Tengah, hanya memiliki jumlah penduduk 1600 jiwa, sementara desa tetangganya yang lebih besar, Hohenrain, berpenduduk 2500 jiwa. Dua desa ini, berjarak sekitar 8 kilometeran, dan dikelilingi ladang jagung, padang rumput dan hutan kecil.

“Mendengarkan lagu Indonesia di desa kecil nan tenteram, rasanya gimana gitu,” ujar salah seorang penonton Indonesia.

Penulis:
Krisna Diantha, Warga Negara Swiss berdarah asli Indonesia (Jawa Timur)

    1. Kellsie 7 January 2017
    2. car insurance portage in 10 January 2017
    3. new jersey audi 10 January 2017
    4. hanover insurance rating 10 January 2017
    5. cialis online lørdag? n al 11 January 2017
    6. apotek dk generic viagra 11 January 2017
    7. buy 5 mg cialis 11 January 2017
    8. buy viagra online spain 11 January 2017
    9. http://www.cialiskjop.top/ 11 January 2017
    10. http://www.cialispreis.top/ 12 January 2017
    11. Prisen på generisk cialis 12 January 2017
    12. http://www.cialispreis.top/ 12 January 2017
    13. cialis online pharmacy usa 12 January 2017
    14. viagra 50mg ohne rezept 12 January 2017
    15. tiskin Viagra tai Cialis 12 January 2017
    16. meilleur prix 20 mg cialis 12 January 2017
    17. buy cialis täglich 12 January 2017
    18. Walgreens pris for cialis 12 January 2017
    19. buy cialis forum 13 January 2017
    20. car insurance Augusta GA 15 January 2017
    21. car insurance Redford MI 15 January 2017
    22. auto insurance Ypsilanti MI 15 January 2017
    23. kredit oder bar 17 January 2017
    24. bank studienkredit online 17 January 2017
    25. kreditrechner dr klein 18 January 2017
    26. car insurance in nz 18 January 2017
    27. kredit-service-center 18 January 2017

    Add Your Comment